Siswi SMK di Pesawaran Gantung Diri Memakai Dasi Sekolah

oleh -7.850 views
Bagikan:

Berita Indonesia (Pesawaran) – Seorang Siswi SMK berinisial RS (17) ditemukan bunuh dengan cara gantung diri di kamarnya yang bertempat di Desa Way Harong Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Jumat (7/5).

Jasad siswi kelas XIII di salah satu SMK Kecamatan Kedondong tersebut pertama kali ditemukan oleh ibunya.

“Awal mula saya mendengar ibunya RS menjerit histeris dan langsung saya lihat RS sudah tergeletak, karena bambu di kamar RS yang di pakai untuk mengikat tali dasi itu patah, kejadian sekitar pukul 16.00 dan mukannya sudah membiru,” Ungkap salah seorang saksi di tempat kejadian.

Menurut Selvi, RS sebelumnya tidak terlihat murung dan tidak ada masalah apa-apa.

“Sebelumnya RS tidak terlihat murung, memang kesehariannya RS sangat tertutup, meskipun ada masalah tidak pernah cerita,” ujarnya.

Windi(16) saudara sekaligus teman korban saat dimintai keterangan mengungkapkan sempat membaca pesan WhatsApp yang disampaikannya oleh RS kepada kekasihnya.

“Besok Lo ngelayat tempat w karena w mau bunuh diri, itu WA RS ke cowoknya,” terang Windi.

“Jangan menyalahkan siapa-siapa, ini bukan masalah cinta atau apa ini karena saya sudah lelah hidup, jadi jangan salahkan siapa-siapa,” timpalnya membacakan isi WA yang disimpan RS.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kedondong, Bripka Andhika Ramadhona menuturkan, korban melakukan bunuh diri di kamarnya dan ditemukan pertama kali oleh ibunya.

Pihaknya yang turun ke Tempat Kejadian Perkara langsung melakukan koordinasi dengan tim INAFIS Polres Pesawaran dan juga petugas medis dari Puskesmas Kota dalom.

“Kami langsung koordinasi dengan tim INAFIS dan medis, untuk sementara tidak ditemukan bekas kekerasan dan murni bunuh diri,” tuturnya.

Terkait motif, Andhika menerangkan bahwa korban melakukan bunuh diri karena sudah lelah hidup dikuatkan dengan bukti Chat WA yang disimpan korban.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan, ini murni bunuh diri, dan keluarga korban tadi sudah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,” pungkasnya. (Snd/Dan).

Wartawan Kami: Randy

Gambar Gravatar
beritaindonesia.co