Alat Uji Tera Diskoperindag Tubaba Sejak 2020 Belum Bisa Digunakan

oleh -65 views
Bagikan:

Berita Indonesia (Panaragan) – Pengadaan alat-alat pengukur timbangan (Metrologi) untuk melakukan Uji Tera, di Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, pada tahun 2020, hingga saat ini belum pernah digunakan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Perdangan, Eka Saputra, mewakili Kepala Dinas setempat, saat di konfirmasi di Ruang Kerja nya, pada Rabu (25/08/2021) Pukul 11.30 Wib.

Dirinya mengatakan bahwa ada beberapa kendala sehingga alat Uji Tera sampai saat ini belum pernah digunakan.

“Kita memang memiliki alat Uji Tera, tapi tidak bisa digunakan, karena terkendala belum adanya dasar aturan atau regulasi berupa Perbup untuk pelaksanaan, kemudian Sumber Daya Manusia (SDM), dan anggaran yang terbatas.” Ujarnya.

Lanjut dia, saat ini kita masih memproses regulasinya, dan ditargetkan selesai pada tahun ini. Namun, untuk penggunaan alat-alat tersebut kemungkinan baru dapat digunakan pada tahun 2022 mendatang, sebab SDM dan anggaran sama sekali belum siap.

“Alat Uji Tera itu harus kita lakukan terlebih dahulu registrasi meskipun tidak pernah digunakan, karena setiap tahun sejak pengadaan, harus dinilai kembali kelayakan alat-alat tersebut, dan itu memerlukan anggaran.” Jelasnya.

Oleh karenanya, kata dia, Diskoperindag Tubaba telah melakukan usulan ke Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan pengadaan Laboratorium tempat penyimpanan alat Metrologi yang layak, alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapan (UTTP), pembentukan Unit Metrologi Legal (UML) atau UPT Kemetrologian, serta pelatihan SDM bidang Kemetrologian.

“Untuk APBD, kita akan masukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2022 terkait kegiatan peneraan itu, terutama anggaran registrasi ulang dan biaya akomodasi kegiatan. Sejauh ini kita baru hanya ada 1 SDM yang membidangi Tera tersebut, dan masih membutuhkan setidaknya 2 lagi, yakni sebagai pengawas dan montir.” Terangnya.

“Melihat alat-alat Metrologi yang dimiliki itu, akan digunakan untuk melakukan pengecekan kelayakan Timbangan-timbangan di Pasar, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dan Lapak.” Tuturnya.

Menurutnya, pengecekan alat Timbang tersebut penting, dikarenakan untuk melihat Kelayakan, Kebenaran, Penyalahgunaan alat ukur, dan guna terhindar dari kerugian saat bertransaksi baik bagi Pedagang maupun Pembeli. Dan bagi tempat-tempat yang sudah di cek alat Timbangnya akan diberikan SKHP (Surat Keterangan Hasil Peneraan/Penimbangan) untuk jangka waktu 1 tahun, karena setelah habis masa SKHP akan kembali dilakukan pengecekan atau pengukuran kembali.

“Selama ini jika ingin melakukan peneraan kita masih bekerja sama dengan Kabupaten Tulang Bawang dan Kota Madya. Oleh karena sudah ada alat, memang seharusnya kita sudah bisa melakukan sendiri, tinggal dukungan dari Pemerintah untuk alokasi anggaran ke kegiatan Uji Tera tersebut.” Paparnya.

Diketahui, pengadaan alat Uji Tera dilakukan pada 12 November 2020 melalui rekanan dari Semarang, yang direkomendasikan oleh Provinsi karena sudah memiliki Izin Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

“Pengadaan Alat Uji Tera tersebut dibeli pada 12 November 2020, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2020 sebesar Rp.114.950.000,”. (Man)

Wartawan Kami: Randy

Gambar Gravatar
beritaindonesia.co