Jumari Dibela, Rahmat : “Laporan M Yongli Tak Masuk Akal”

oleh -244 views
Bagikan:

Beritaindonesia (Bungo) – Terkait dilaporkannya Ketua DPRD Bungo, Jumari Ari Wardoyo oleh Tokoh Pemuda Kabupaten Bungo, M. Yongli pada Kamis, (09/09/2021) mendapat komentar menohok oleh Plt Ketua Satuan Siswa, Pelajar, Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kabupaten Bungo, Rahmat Hidayat.

Rahmat menilai pelaporan tersebut tidak berdasar, karena menurutnya Jumari Ari Wardoyo tidak dalam hal melakukan pelanggaran selaku ketua DPRD setempat.

“pelaporan Yongli kepada Ketua DPRD Bungo Jumari Ari Wardoyo merupakan buntut dari video viral ketua DPRD Bungo itu saat diwawancarai oleh awak media beberapa waktu yang lalu, tentu itu bukan pelanggaran serius,” Ungkap Rahmat, Senin (13/9) via sambungan seluler.

“Jadi laporan itu tidak masuk akal menurut saya,” timpalnya.

Dirinya menerangkan, jabatan prestisius seperti Ketua DPRD tidak dengan mudah bisa diganti jika tidak adanya pelanggaran yang berat.

“Setahu saya Ketua DPRD bisa di ganti ketika beberapa poin seperti meninggal dunia, melanggar hukum, mengundurkan diri atau melanggar aturan selaku Ketua DPRD Bungo, jadi kalau hanya sekedar video wawancara saja ya saya menilai laporan itu sangat subjektif,” terangnya.

“semoga DPC Partai Gerindra Kabupaten Bungo bisa bijaksana dalam menerima dan mencermati pelaporan saudara M. Yongli sehingga tidak merugikan sebagian pihak terutama pihak Jumari,” pungkas Rahmat.

Diberitakan sebelumnya, Desakan agar ketua DPRD Bungo, Jumari Ari Wardoyo untuk mundur dari jabatannya kembali terdengar.

Pasca video viral yang memperlihatkan ketidak cakapan Jumari Ari Wardoyo dalam menjawab pertanyaan awak media mengundang banyak kecaman. Kali ini desakan mundur diutarakan salah seorang tokoh pemuda Kabupaten Bungo M. Yongli.

Menurut M. Yongli, Jumari Ari Wardoyo tidak cocok dan tidak pantas memimpin DPRD Bungo, dikarenakan dia belum bisa apa-apa untuk menduduki jabatan prestisius seperti sekarang sebagai Ketua DPRD.

“Semenjak dia pimpin DPRD Bungo banyak sekali kesalahan fatal yang di buatnya sehingga buat malu saja ke daerah-daerah yang lain,” tegas M Yongki, Senin (6/9).

Menurutnya, Jumari Ari Wardoyo belum pantas menjadi pemimpin di tubuh DPRD Bungo, di karenakan dia belum banyak tau apa-apa tentang Kabupaten Bungo ini pada umumnya dan tentang di tubuh DPRD sendiri pada khusunya.

Kesalahan yang ia perbuat berawal dari beredar nya video beberapa anggota DPRD Bungo menanyakan SPPD mereka 3 bulan yang tidak cair, ketika video itu tersebar dirinya menganggap kesalah pahaman antara Pimpinan DPRD Bungo dengan anggotanya, kedua terkait pihak wartawan ingin mengkonfirmasi sejauh mana kinerja DPRD Bungo hingga saat ini, dirinya langsung mengelak untuk bertemu dengan para awak media yang sedang menunggu hingga sore hari.

Selanjutnya terkait dengan sesudahnya para aliansi menyampaikan hak aspirasi (Demo) di Gedung DPRD Bungo, Jumari Ari Wardoyo tidak bisa menjawab pertanyaan sejumlah awak media, dirinya menjawab dengan menolehkan kepalanya ke bagian kiri sambil melihat wakil ketua DPRD 1 Bungo Jumiwan Aguza untuk mendapatkan jawaban.

“Saya minta tegas kepada ketua partai DPC Gerindra Bungo Fadli agar bisa evaluasi kembali kinerja Ibuk Jumari Ari Wardoyo sebagai ketua DPRD Bungo hingga saat ini,” Kata Yongli.

Dengan beredarnya video wawancara statetmen ketua DPRD tadi, dirinya akan mengirim video tersebut ke DPD Gerindra Provinsi Jambi dan juga ke DPP Gerindra Pusat.

Yongli menambahkan disamping itu Jumari Ari Wardoyo setiap memimpin rapat selalu membaca teks yang telah di persiapkan oleh ajudannya, kemudian cara membacanya seperti anak SD,” pungkasnya. (Red)

 

Wartawan Kami: Randy

Gambar Gravatar
beritaindonesia.co