Proyek Jambanisasi Desa Tugu Rejo Diduga Asal Jadi

oleh -209 views
Bagikan:

Berita Indonesia (Tanggamus) – Program Open Defecation Free (ODF) “Stop Buang Air Besar Sembarangan” dalam program jambanisasi yang di harap kan bisa menekan pencemaran lingkungan dan perairan di desa masih Saja menemui kendala dalam pelaksanaan dan realisasi nya.

Hasil pantauan dan insvestigasi awak media di Pekon Tugu Rejo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, pembangunan dilakukan diduga tidak sesuai RAB guna memperkaya diri sendiri.

Masyarakat desa setempat menerangkan, dalam pengerjaan jambanisasi di pekon Tugu Rejo sarat akan adanya manipulasi sehingga diduga merugikan uang negara. Dalam pembangunan jambanisasi ini terlihat jelas di bagian atas yang mana tidak menggunakan kanal (Slub), sehingga kekuatan dan jangka waktu pakai nya pun diragukan.

“Belum lagi seperti di bagian penampungan (septyc tank) seharus nya menggunakan sket (batas) tiga (3), penyekatan dilakukan untuk memisah kan limbah dengan air sehingga mengurangi kemungkinan pencemaran,” terangnya, Kamis (13/1) namun meminta namanya tidak disebutkan.

Ditambahkan, bangunan yang terhitung baru tersebut keadaannya sudah membuat geleng-geleng kepala, bagaimana tidak? Bangunan seumur jagung tersebut nampak sudah ada yang retak-retak.

“Bisa dilihat sendiri sudah banyak retak-retak karna di duga adukan nya yang tak sesuai dengan aturan yang sudah di tentukandan, di duga semua nya di lakukan demi mendapatkan keuntungan besar,” sesalnya.

“Kami selaku masyarakat meminta kepada dinas terkait agar serius mengawasi jangan sampai program yang bagus seperti ini di manfaat kan sebagian orang yang diduga mengambil keuntungan pribadi nya untuk memperkaya diri,” timpalnya

Ketua pelaksana pembangunan jambanisasi Pekon Tugurejo Mat Sulaiman saat dihubungi tidak memberikan jawaban yang jelas.

“bisa ketemu gak bang, posisi dimana bisa ngobrol ketemu,” jawabnya.

Mar Sulaiman menuturkan, bangunan masih dalam tahap penyelesaian dan masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“kita juga masih kordinasi dengan dinas terkait, itu juga masih verifikasi-verifikasi, karna ini belum selesai, dan di desa tugu Rejo ini ada 50 titik pembangunan jambanisasi nya,” terang dia.

“kalau yang kerja ya masyarakat sini dan sistemnya masyarakat yang dapat bantuan jambanisasi mereka menerima bangunan yang sudah jadi, dan itu kolektif kalau soal matrial satu sama lainnya gak sama semua, kalau gak salah bangunan ya itu 120 cm persegi, soal septhyc tank 150 cm, kedalamannya 100 cm ada yang lebih 130. (EDI WIJAYA)

Wartawan Kami: Randy

Gambar Gravatar
beritaindonesia.co